jump to navigation

Akhirnya posting di blog lagi, dan untuk terakhir kalinya di blog ini December 18, 2011

Posted by sugiarso amin in Uncategorized.
add a comment

Akhirnya posting di blog lagi, itu judul tulisan gw sebelumnya, dan sekarang udah saatnya..udah saatnya untuk mendeklarasikan *hehe, kayak apa aja* penutupan blog ini.

Buat rekan-rekan yang masih blogwalking ke blog gw, mulai sekarang gw pindahan nih k blog lain, link blognya http://www.catatanacakhidupsaya.wordpress.com

Sama microblog di http://puzzleyangberantakan.tumblr.com

Bagi yang pengen blogwalking ke blog gw, silakan langsung kesana aja ya, terimakasih selama ini karena pernah blogwalking ke blog ini🙂

Posted from WordPress for Android

akhirnya posting di blog lagi… September 28, 2010

Posted by sugiarso amin in green days.
Tags:
add a comment

wah, udah lama nih ga posting di blog, cuma kebayang apa yang mau ditulis, tapi ga pernah menyempatkan waktu untuk menulis, hmm..

oh iya, hari selasa kemarin, gw baru lulus sidang, alhamdulillah, akhirnya lulus juga, walaupun hasil sidangnya tidak terlalu memuaskan, ya menurut gw sih ga berjalan dengan lancar, banyak yang ga bisa gw jawab, tapi it’s ok, yang penting gw lulus, akhirnya setelah 4 taun, bisa keluar juga dari teknik, huh…

segitu dulu deh, mudah-mudahan dengan lulusnya gw, blog ini jadi bisa sering diposting, ya semoga gw cepet-cepet dapet gawe deh, hehe….

MyPersonality.info Badge December 20, 2009

Posted by sugiarso amin in Uncategorized.
3 comments

Click to view my Personality Profile page

PENGEMBANGAN KEPROFESIAN MTM ITB December 18, 2009

Posted by sugiarso amin in greenovate, material science and engineering.
9 comments

BAB I

PENDAHULUAN

Isu tentang pengembangan keprofesian di MTM ITB telah diwacanakan kembali pada kepengurusan tahun ini. Salah satu buktinya adalah dibuatnya MiRC (Material in Research Club) dengan proyek pertamanya yaitu mengikuti lomba antar himpunan yang diselenggarakan oleh Tanoto Foundation. MiRC melakukan sebuah penelitian tentang “pembuatan papan meja berbasis komposit serat nanas pengganti kayu”. Sayangnya di akhir keberjalanan penelitian terlihat bahwa persiapan yang dilakukan masih kurang matang penelitian ini. Hal ini menunjukkan bahwa keprofesian MTM masih belum siap untuk mengadakan pengembangan keprofesian tanpa persiapan yang sangat matang, baik dari segi konsep maupun segi praktik.

I.1 Latar Belakang

I.1.1     Alasan ketertarikan

Topik tentang pengembangan keprofesian MTM ITB merupakan hal yang baru diwacanakan kembali setelah MTM berdiri kurang lebih 10 tahun atau tepatnya tahun ini. Topik ini lebih ditekankan pada kata “pengembangan”, karena keprofesian bukanlah barang baru di MTM ITB. Keprofesian MTM ITB selalu berjalan tiap tahun dengan adanya kegiatan-kegiatan seperti kuliah kerja, kunjungan industri, kunjungan lab, pelatihan software, dan penulisan paper. Selain itu, MTM ITB juga pernah mengadakan acara seminar keprofesian dan pameran industri.

Walaupun kegiatan keprofesian selalu berjalan tiap tahunnya, tapi yang terjadi adalah stagnansi dari kegiatan tersebut. Tidak adanya pengembangan pada bidang keprofesian menjadikan MTM ITB tidak banyak melakukan terobosan-terobosan baru. Akibatnya setiap tahun kegiatan-kegiatan keprofesian hanya bersifat internal yang itu pun tidak dapat menjawab tri darma perguruan tinggi secara keseluruhan.

Berdasarkan permasalahan di atas, penulis menjadi tertarik dalam membuat inovasi terkait pengembangan pada bidang keprofesian MTM ITB. Hal ini menjadi suatu tantangan tersendiri bagi penulis dimana permasalahan di atas menjadi suatu kebutuhan dan tanggung jawab bagi penulis untuk menemukan solusinya.

I.1.2     Nilai Manfaat

Manfaat dari adanya pengembangan keprofesian MTM ITB yaitu sesuai dengan salah satu tujuan MTM ITB1 : meningkatkan penghayatan keprofesian MTM ITB. Dengan adanya pengembangan tersebut diharapkan penghayatan keprofesian dari anggota MTM dapat meningkat dan anggota MTM ITB dapat menjawab tri darma perguruan tinggi secara keseluruhan. Selain itu, pengembangan keprofesian MTM ITB dapat memberikan manfaat kepada MTM ITB sendiri yaitu seperti menghasilkan karya atau produk dalam menjawab permasalahan-permasalahan terkait bidang material teknik, dimana selama ini masih sangat minim sekali.

I.1.3     Target Sasaran

Target sasaran yaitu MTM ITB sebagai objek dan anggota MTM yang masih aktif sampai sekarang sebagai subjek.

I.1.4     Tujuan

–          Meningkatkan penghayatan keprofesian MTM ITB

–          Meningkatkan skill keprofesian anggota MTM ITB

–          Menjadikan MTM ITB yang dapat menghasilkan karya atau produk sesuai dengan basis keprofesian

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA


Proficio” (bahasa latin) merupakan akar dari terminologi profesi-keprofesian/keahlian yang memiliki makna “advance” (maju/ahli). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata profesi diartikan sebagai suatu bidang pekerjaan yang dilandasi oleh keahlian/keterampilan tertentu. Terminologi keprofesian juga seperti melekat, dan memang seharusnya melekat di dalam dunia pendidikan (termasuk juga dunia kemahasiswaan)2. Tentunya untuk keprofesian di kemahasiswaan ITB berarti sesuai dengan keahlian tertentu yaitu berdasarkan kelompok keahlian yang ada pada tingkat prodi/fakultas.

Kemahasiswaan merupakan salah satu elemen di Institusi yang dapat mendukung terwujudnya Tri Darma Perguruan Tinggi, yakni Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat. Keprofesian merupakan salah satu potensi yang dimiliki oleh kemahasiswaan dalam mewujudkan Tri Darma Perguruan Tinggi. Untuk Keprofesian di tingkat Himpunan Mahasiswa Jurusan dapat diselaraskan dengan pihak prodi/fakultas melalui kelompok keahlian.

MTM ITB (Mahasiswa Teknik Material Institut Teknologi Bandung) merupakan organisasi yang beranggotakan mahasiswa S-1 Teknik Material ITB1. Pada organisasi kemahasiswaan ITB, MTM ITB digolongkan sebagai Himpunan Mahasiswa Jurusan yaitu lembaga yang berbasis pada disiplin keilmuan spesifik (Prodi/Fakultas)3. Salah satu sifat dari MTM ITB adalah keprofesian1. Oleh karena itu, bidang keprofesian menjadi salah satu bidang yang harus selalu ada di MTM ITB.

Dalam menjalankan bidang keprofesian, MTM ITB dapat merujuk kepada evaluasi yang dibuat oleh kelompok keahlian Ilmu dan Teknik Material di Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB.

Saat ini titik berat substansi pendidikan yang dijalankan oleh PS Teknik Material masih bertumpu pada pendekatan material secara klasik. Dengan pendekatan tersebut, pengetahuan tentang material diajarkan dengan klasifikasi logam, keramik dan polimer. Disamping itu, terkait dengan keterbatasan fasilitas laboratorium, sifat mekanik dari material tersebut memperoleh bobot paling tinggi dalam perkuliahan dan praktikum dan sementara sifat-sifat lain memperoleh porsi yang kecil, itupun hanya dalam kuliah. Hal tersebut juga mengakibatkan terbatasnya penentuan struktur material (materials structure) yang berhenti pada skala mikro.

Selaras dengan arah penelitian yang dikembangkan oleh PS Teknik Material untuk mengantisipasi kemajuan dalam bidang teknik material, maka pendidikan teknik material dalam jangka panjang akan dikembangkan dengan substansi sebagai berikut:

1.  Material klasik dan sifat mekanik tetap dipertahankan

2.  Advanced materials dan functional properties akan ditawarkan pada jalur-jalur pilihan. Lulusan teknik material dengan demikian juga akan memahami  prinsip-prinsip material dengan sifat-sifat elektromagnetik, termal, memory storage, filter dan  biocompatibility. Penentuan struktur pun hendak dikembangkan sampai skala nano.

3.  Orientasi pengajaran lebih diarahkan pada penciptaan produk yang inovatif dan memberi dampak langsung kepada masyarakat.


Roadmap KK Ilmu dan Teknik Material

Visi Program Studi:

Menghasilkan sarjana teknik yang mampu memilih, merancang/mengembangkan dan membuat material teknik termasuk material untuk komponen mesin,  berwawasan industri, mampu bekerja sama, inovatif, mampu beradaptasi terhadap perubahan di masa depan dan berbudi luhur.

Misi Program Studi:

1. Pendidikan yang utuh

Pendidikan dalam bidang studi Teknik Material menjadi wadah untuk mempersiapkan Sarjana Teknik dalam bidang rekayasa material yang berkualitas untuk dunia industri, khususnya industri manufaktur (kualitas intelektual), serta berbudi luhur (kualitas moral). Selain untuk dunia industri, program studi Teknik Material juga mempersiapkan sebagian lulusan yang akan menggumuli bidang pendidikan, penelitian dan pengembangan untuk melanjutkan studi pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi (S-2 dan S-3).

2. Penelitian yang berorientasi kepada industri

Penelitian pada bidang material yang berorientasi kepada industri perlu dikembangkan guna membantu perkembangan industri Indonesia dalam meningkatkan kemandirian teknologi dan menghadapi persaingan global. Dalam kaitan ini, penelitian dasar perlu dilakukan untuk mendukung orientasi industri tersebut.

3. Keberpihakan kepada masyarakat

Proses pendidikan dan penelitian yang dilakukan harus bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat banyak, baik secara langsung maupun secara tidak langsung, antara lain melalui dunia industri.

Tujuan Program Studi

Program Studi Teknik Material bertujuan menghasilkan sarjana Teknik Material yang memiliki dasar pengetahuan, sikap dan keterampilan profesional dalam bidang teknik material sehingga mampu bekerja di bidangnya dan mampu beradaptasi serta mengembangkan diri dalam perkembangan ilmu dan teknologi baru.

Program Studi Teknik Material, diarahkan pada tiga jalur pilihan sebagai berikut:

  1. 1. Teknik Produksi dan Metalurgi
  2. 2. Teknologi Keramik
  3. 3. Teknologi Polimer dan komposit.

Sebagai suatu disiplin, istilah Teknik Material merupakan naturalisasi dari Material Science & Engineering (MSE) sehingga mungkin lebih tepat bila Teknik Material dipahami sebagai Ilmu & Rekayasa Material. Teknik Material merupakan suatu bidang inter-disiplin yang relatif baru sehingga science dan engineering-nya masih tumbuh dan berkembang bersama.

Posisi Teknik Material sebagai bidang interdisiplin.

Posisi knowledge yang dibangun dalam Teknik Material adalah berupa penajaman pada upaya untuk memperoleh hasil penggabungan mengenai struktur, sifat, proses, dan kinerja material teknik.

Komposisi bidang-bidang ilmu yang membangun Teknik Material ditunjukkan pada gambar di bawah ini.

Bidang-bidang ilmu yang membangun Teknik Material

Komponen engineering dalam Teknik Material berisikan upaya menggunakan knowledge of materials science untuk menjawab kebutuhan dan tuntutan masyarakat akan material. Sedangkan komponen  science-nya yang berupa basic knowledge of materials adalah upaya untuk mengkaitkan struktur material dengan sifatnya.

Gabungan antara keduanya (science & engineering) akan menghasilkan:

•  Pengetahuan tentang struktur material (atom, molekul, kristal, makro, mikro, nano)

•  Metoda mengukur sifat (mekanik, fisik, kimia, magnet, elektrik-elektronik)

• Perancangan Material (pengaturan proses dan struktur material untuk memperoleh sifat tertentu)

•  Failure Analysis (perbedaan antara sifat material dan kinerjanya)

Rangkaian  science & engineering pada gambar di atas tercermin sebagai aliran proses yang tertuang dalam rangkaian perkuliahan, praktikum, proyek, tesis dan disertasi seperti ditunjukkan dalam Gambar di bawah ini.

Aliran science & engineering materials

Material-material (engineering materials) yang menjadi obyek studi adalah:

•  Logam (metals)

•  Keramik (ceramics)

•  Polimer/plastik (polymers)

•  Komposit (composite)

•  Elektronik (electronics) dan Magnetik (magnetic)

•  Biomaterials

Kompetensi lulusan atau sasaran kualitas lulusan (Program Outcome) dari Program Studi Teknik Material adalah :

1. Mampu menerapkan pengetahuan matematika, sains, ilmu Teknik Material, dan ilmu pengetahuan lainnya untuk mengidentifikasi, merumuskan dan menyelesaikan masalah-masalah Teknik Material

2. Mampu merancang dan melakukan eksperimen, serta dapat menganalisis dan menginterpretasi data

3.  Mampu memanfaatkan metoda, ketrampilan, dan peralatan teknik modern yang diperlukan dalam memperoleh data untuk dianalisa

4.  Mampu berkomunikasi dengan efektif secara lisan maupun tulisan, dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris secara baik dan benar.

5. Mampu berperan efektif baik sebagai individu maupun dalam kelompok multi-disiplin/budaya.

6.  Memiliki dan memahami komitmen terhadap etika dan profesi.

7.  Memahami kewirausahaan dan proses menghasilkan inovasi.

8.  Memahami masalah kontemporer

9.  Memiliki kemauan dan kemampuan untuk belajar sepanjang hayat4


BAB III
PEMBAHASAN


Untuk mengetahui keberjalanan keprofesian MTM ITB selama 2-3 tahun ini, diberikan sebuah pertanyaan kepada beberapa anggota MTM ITB dari angkatan 2005, 2006, dan 2007. Pertanyaannya yaitu, “menurut anda apakah kegiatan keprofesian MTM ITB sudah cukup membantu prodi/fakultas untuk membuat anggota MTM ITB menjadi Sarjana S-1 Teknik Material Seutuhnya atau belum?”

Jawabannya seperti di bawah ini :

–          Kegiatan internal sudah cukup, tapi masih ada kekurangan yaitu sebagian program kerja yang berupa pelatihan masih tidak koheren dengan keprofesian Teknik Material. Kegiatan eksternal masih kurang.

–          Cukup membantu, tapi belum sampai sangat membantu. Sudah ada kegiatan seperti kulker dan kunjungan industri. Tapi kurangnya pada praktek/aplikasi ilmu material, seperti yang dilakukan pada MiRC (Material in Research Club), tapi tidak semua anggota tertarik pada hal seperti itu dan memang sedikit peminatnya. Selain itu kurangnya juga terdapat pada susahnya melakukan penelitian atau membuat karya ilmiah dalam jangka pendek.

–          Tidak mengikuti semua kegiatan keprofesian, soalnya ada yang tidak menarik, seperti penulisan paper. Ada juga kegiatan yang menarik seperti kulker. Dari kegiatan kulker, kita dapat mengetahui realita di lapangan kerja.

–          Belum membantu, keprofesian MTM ITB harus dapat menjaga kestabilan dan kontinuitasnya, serta harus dapat menumbuhkan sense keprofesian kepada anggota MTM ITB. Menumbuhkan sense dapat melalui kegiatan seperti kulker. Melalui kulker sudah tumbuh sense keprofesian tapi belum ada tindak lanjut setelah itu sehingga sense yang ada tidak dapat menghasilkan karya nyata. Selain itu, sense keprofesian dlm bentuk penelitian dapat berdasarkan kebutuhan masyarakat.

–          Masih kurang, harusnya ada banyak pelatihan dan pengenalan ke dunia kerja.

–          Belum, mungkin harus ada sub-divisi keprofesian seperti sub-divisi keprofesian. Masalahnya himpunan kita masih baru, paling hanya penelitian yang dapat diandalkan. Sebenarnya penelitian-penelitian itu sudah bagus cuma tinggal sosialisasinya dibuat lebih menarik ke anggota MTM ITB.

Pertanyaan di atas dipilih karena sesuai dengan apa yang dibahas pada bagian tinjauan pustaka dimana Himpunan Mahasiswa Jurusan adalah lembaga yang berbasis pada disiplin keilmuan spesifik (prodi/fakultas) dan Keprofesian di tingkat Himpunan Mahasiswa Jurusan seharusnya dapat diselaraskan dengan pihak prodi/fakultas melalui kelompok keahlian. Oleh karena itu, idealnya Himpunan Mahasiswa Jurusan, terutama melalui bidang keprofesian, dapat mendukung terciptanya Sarjana lulusan S-1 sesuai dengan disiplin ilmu spesifik (prodi/fakultas).

Dari beberapa jawaban di atas, dapat diketahui kekurangan-kekurangan yang ada dalam bidang keprofesian MTM ITB, yaitu :

  • Kegiatannya masih tidak koheren dengan keprofesian Teknik Material.
  • Kurangnya praktek/aplikasi ilmu material pada keprofesian MTM ITB
  • Tidak semua anggota tertarik pada kegiatan keprofesian MTM ITB
  • Susahnya melakukan penelitian atau membuat karya ilmiah dalam bidang keprofesian Teknik Material
  • Keprofesian MTM ITB harus dapat menjaga kestabilan dan kontinuitasnya
  • Belum ada tindak lanjut setelah tumbuhnya sense keprofesian sehingga keprofesian MTM ITB tidak dapat menghasilkan karya nyata.

III.1      Rancangan inovasi

ITB pada saat ini sedang meningkatkan lomba kegiatan penulisan dan presentasi makalah, mulai di tingkat Fakultas, ataupun Institut. Pada kesempatan yang lain, keikutsertaan mahasiswa ITB dalam kegiatan lomba presentasi di tingkat nasional, regional, dan internasional makin meningkat. Mahasiswa Teknik Perminyakan selalu mengikuti lomba presentasi ilmiah yang diselenggarakan oleh ikatan profesi Teknik Perminyakan, dan selalu memenangkan lomba tersebut. Pemenang lomba di tingkat nasional tersebut diberi kesempatan bertanding di tingkat regional (Asia dan Australia), dan pemenangnya akan bertanding di tingkat internasional, yang setiap tahun diselenggarakan di Amerika Serikat. Pada tahun 2008 yang lalu seorang mahasiswa Teknik Perminyakan berhasil memenangkan lomba presentasi karya ilmiah ini di tingkat internasional, setelah menang di tingkat nasional, dan regional.5

Mengikuti lomba kegiatan penulisan dan presentasi makalah seperti kutipan di atas dapat menjadi salah satu hasil dari inovasi pengembangan keprofesian MTM ITB. Adapun inovasi yang dilakukan berdasarkan segi konsep dan segi praktik.

III.1.1   Inovasi teknis

  • Pembuatan Konsep tentang alur pengembangan keprofesian dan rencana jangka panjang keprofesian MTM ITB yang dapat mendukung Visi, Misi, dan Tujuan Prodi Teknik Material ITB.
  • Berdasarkan Tri Darma Perguruan Tinggi, konsep pengembangan keprofesian MTM ITB harus bertujuan pada tiga hal tersebut, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
  • Membuat sub-divisi dalam struktur kepengurusan keprofesian yang dapat memunculkan terobosan-terobosan baru seperti sub-divisi workshop, sub-divisi pelatihan keprofesian dan sub-divisi penelitian.
  • Mengadakan studi banding dan sharing dengan himpunan lain di ITB yang pengembangan keprofesiannya berjalan dengan baik.
  • Program kerja Keprofesian MTM ITB tidak hanya kegiatan internal saja, melainkan juga harus ada kegiatan eksternal mandiri, seperti mengikuti lomba dan mengadakan seminar tahunan tentang Teknik Material.
  • Mengadakan diskusi terkait keprofesian teknik material
  • Membentuk kelompok-kelompok brainstorming untuk melatih komunikasi dan kerjasama dalam membuat solusi atas permasalahan-permasalahan sederhana yang terkait dengan keprofesian teknik material.
  • Mencari keterkaitan keprofesian teknik material dengan program studi lain yang ada di ITB dan memapankan pengetahuan tersebut agar tercipta peluang untuk bekerjasama di bidang keprofesian.
  • Mengadakan pelatihan-pelatihan yang terkait dengan keprofesian teknik material, yang tidak didapatkan langsung di bangku perkuliahan.
  • Membuat sebuah karya terkait keprofesian teknik material yang aplikatif, sehingga dapat memunculkan budaya membuat karya di kalangan anggota MTM ITB.
  • Mempelajari tentang teknopreneur, sehingga tidak hanya dapat menciptakan dan mengaplikasikan teknologi tetapi juga dapat menjadikan hasil teknologi tersebut sebagai suatu produk yang dapat bersaing di pasaran.

III.1.2   Inovasi sosial

  • Mengenalkan keprofesian teknik material ke masyarakat luas dan memberikan pemahaman yang benar tentang keprofesian teknik material sehingga masyarakat Indonesia dapat bersaing dengan Masyarakat Negara lain dalam menerapkan aplikasi keilmuan teknik material.
  • Memberikan pelajaran-pelajaran tentang basic dari teknik material ke masyarakat.
  • Memberikan solusi atas permasalahan-permasalahan sederhana yang terjadi di masyarakat terkait keprofesian teknik material.

BAB IV

KESIMPULAN


Pengembangan keprofesian MTM ITB merupakan salah satu bentuk usaha untuk memenuhi salah satu tujuan MTM ITB yaitu meningkatkan meningkatkan penghayatan keprofesian MTM ITB. Dengan adanya pengembangan diharapkan keprofesian MTM ITB dapat mengikuti perkembangan keilmuan teknik material dan tidak mengalami stagnansi dalam melakukan kegiatan-kegiatan keprofesian.

Selain itu, dengan adanya pengembangan di bidang keprofesian, diharapkan juga skill keprofesian anggota MTM ITB dapat meningkat dengan adanya terobosan-terobosan baru dalam kegiatan keprofesian MTM ITB. Dan salah satu hasil dari meningkatnya penghayatan dan meningkatnya skill keprofesian anggota MTM ITB dapat menjadikan MTM ITB menghasilkan karya atau produk sesuai dengan basis keprofesian.

Untuk sebuah organisasi kemahasiswaan yang paling penting adalah pembelajaran. Sebuah kegagalan dapat diterima dengan adanya perbaikan-perbaikan ke depan. Oleh karena itu sebuah organisasi membutuhkan manajemen dan perencanaan yang baik. Konsep-konsep dan pemikiran hanya menjadi sebuah angan-angan dan harapan kosong tanpa adanya tindakan nyata.

Referensi

1 AD ART MTM ITB

2 dikutip dari http://ikhwanalim.wordpress.com/2009/05/14/proficio/ sebuah tulisan Mizan Bustanul Fuady, mahasiswa Teknik Planologi ITB angkatan 2005, Menteri Keprofesian dan Inovasi Kabinet KM ITB 2009/2010

3 RUK KM ITB

4 Evaluasi Diri Lengkap PS Teknik Material Mei 2009

5 Evaluasi Diri Institusi ITB Juni 2009

UAS KU 4193 (METODE BERPIKIR KREATIF)

KELAS : K-02

DOSEN : RR. Sri Wachyuni S.Psi

oleh: Sugiarso Amin (13706047)

Mereka, Kami, Kalian… September 8, 2009

Posted by sugiarso amin in greenovate.
add a comment

Dahulu ada mereka orang-orang sebelum kita
Kini ada kami orang-orang di hadapan kalian
Dan nanti ada kalian orang-orang setelah mereka dan kami

Perkumpulan ini tidak hanya sekedar tempat melepas lelah setelah kuliah atau menunggu kuliah
Perkumpulan ini tidak hanya sekedar menjadi identitas diri
Tapi perkumpulan ini mempunyai tujuan yang lebih dari itu

Terdapat hak yang harus didapatkan
Terdapat kewajiban yang harus dilaksanakan
Serta cita-cita & mimpi yang harusnya tumbuh dan berkembang

Perkumpulan ini terus berjalan selaras dengan massanya yang mengalir
Dengan segala problematika & dinamika yang harus dicari solusinya
Sehingga perkumpulan ini takkan stagnan dan terus progresif

Setiap hal dimulai dengan bersama-sama berpikir
Dilanjutkan dengan bersama-sama bergerak
Karena berpikir tanpa bergerak tidak akan menghasilkan karya nyata

Malas dan lupa adalah sifat manusia
Saling mengingatkan menjadi hal yang terus menutupi kekurangan tersebut
Maka dari itu menjadi salah satu implementasi kata “bersama”

Semuanya akan berjalan lancar dengan dimulai oleh kesadaran
Akan menjadi lebih mudah dengan adanya pembagian peran
Dan menjadi lengkap dengan komunikasi yang tak henti serta transfer yang tak putus

Jangan pernah melupakan apa yang pernah dilakukan orang-orang sebelum kita
Tetap mencoba belajar dari apa yang kami lakukan sekarang
Karena nanti di tangan kalianlah tongkat estafet perkumpulan ini harus tetap diperjuangkan

Untuk terus mempertahankan tujuan & cita-cita luhur pendiri perkumpulan ini
Untuk terus melangsungkan perjalanan adik-adik kita di perkumpulan ini
Majesty, Unity, Glory (Kemuliaan, Kesatuan, Kejayaan)

Kami Mahasiswa Material
Kuat, tangguh, dan bersemangat
Di mana saja kami selalu siap mengabdi dan berbakti

Salam Metal !!!

akhirnya bisa ke Bandung juga June 28, 2009

Posted by sugiarso amin in green days.
6 comments

akhirnya bisa ke Bandung juga, ya..setelah 2 minggu KP di Karawang, gw mo istirahat di Bandung walaupun cuma satu setengah hari, sekalian melepas rasa kangen dengan kampus dan orang-orang di dalamnya, eh sekalian rapat kongres juga deh jadinya

hmm..sebenernya ada hal yang menarik perhatian gw di saat ke Bandung. Ada tiga hal tepatnya. Pertama, ketika gw menaiki bis trayek Karawang-Bandung, gw melihat seorang ibu dengan 2 anak kecil. Wah, jadi terharu gw, terlepas dari jarak perjalanannya dan repot atau tidaknya beliau. Jadi teringat ibu gw sendiri deh, bagaimana beliau membesarkan empat anaknya dulu saat ayah gw merantau. Memang seorang ibu adalah manusia yang tangguh, salut gw. Setelah melihat ibu dengan 2 anaknya itu, gw berpikir suatu saat nanti ingin tidak hanya mencari istri tapi juga mencari ibu untuk anak-anak gw😀

Kedua, ketika menaiki bis trayek leuwipanjang-dago, gw melihat anak kecil yang mengamen di dalam bis. Seorang bocah perempuan yang usianya sekitar 4-5 tahun. Iba melihat dia jadinya dan ingin memberikan recehan (walaupun jika recehan itu tidak cukup untuk membeli makanan). Tetapi, gw langsung teringat dengan realita yang banyak terjadi. Uang yang dikumpul anak tersebut akan diberikan ke orang tuanya atau preman yang melindunginya (walaupun anak tersebut tetap mendapat jatah, tapi itu paling untuk membuat anak tersebut dapat mencari uang lagi keesokan harinya). Dilematis memang, di satu sisi, apabila anak tersebut mendapatkan uang, maka akan dipekerjakan terus. Jelas ini melanggar fitrah seorang anak. Di sisi yang lain, apabila anak tersebut tidak mendapatkan uang, ya dia terkena imbas tidak mendapatkan jatah. Itulah realita yang terjadi pada orang miskin. Gw bersyukur sebagai anak, walaupun orang tua gw bukan termasuk orang mampu tapi dia tidak menghilangkan fitrah gw sebagai anaknya. Dan gw yakin itu dikarenakan orang tua gw yang kuat dalam memegang agama, amiin..

Ketiga, dan hal yang terakhir gw perhatikan. Setelah turun dari bis, gw berjalan kaki menuju kost. Saat melewati seorang ibu tua yang duduk lesehan, tepatnya sebelum menuju masjid salman dari arah RS borromeus, beliau coba membunyikan handphone-nya yang sedang digenggam (ibu tua ini adalah seorang pengemis). Bukan maksud gw melarang ibu tua itu mempunyai hp, ya ga lah, sekarang dah jamannya IT, hehe..tapi gw takjub aja yang bisa jadi hp itu dibeli dari hasil mengemisnya. Kalo gt qt mengemis aja yuk, tinggal duduk, dan menengadahkan tangan, hehe. Agama gw, Islam, mengajarkan bahwa mengemis itu tidak disukai. Maaf gw ga sempet cari isi haditsnya, silakan dicari ya, hehe..hadits yang shahih menyebutkan bahwa mencari kayu bakar ke hutan lebih disukai daripada meminta-minta. Ya itulah yang diajarkan agama gw, buat yang ga setuju mari kita berdiskusi. Gw sendiri tidak ingin orang tua gw mengemis, lebih baik gw tidak memberatkan mereka, ok, itulah tentang pengemis yang hanya sekilas

“Sesungguhnya terdapat banyak pelajaran di alam ini bagi orang-orang yang berpikir”

nb: judul ma isinya ga nyambung ternyata

Hijau itu… June 27, 2009

Posted by sugiarso amin in Uncategorized.
add a comment

Hijau itu memberikan arti kedamaian di dunia

Hijau merupakan warna burung yang membawa ruh di surga nanti saat menunggu hari kebangkitan

dan

Hijau itu menjadi tanda bagi seorang pemuda yang belum matang a.k.a greenboy, hehe…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.