jump to navigation

Hidup yang Membosankan June 27, 2009

Posted by sugiarso amin in green days.
trackback

ternyata sudah 21 tahun aku tinggal di bumi ini
dan tampaknya aku sedang merasa bosan dengan kehidupan yang sekarang
ingin rasanya menggapai impianku pada bidang geografi yaitu sebagai penjelajah
sayangnya pengalamanku barulah dari Batam sampai Bali

berhenti sejenak di tepi Danau Singkarak
berdiri di atas Jembatan Ampera yang telah usang
merayakan pesta bersama orang-orang Dusun Pasemah Air Keruh
bermain di Pantai Anyer bersama teman-teman

mengitari sebagian Jakarta dengan berjalan kaki
menyusupi Lembang pada dini hari
melihat pernak-pernik kerajinan perak di Kotagede
memandangi Tanah Lot tanpa menapakinya

ah, sayang…
padahal aku ingin lebih, ingin lebih menjelajahi bumi ini sebelum mati
menikmati indahnya alam, merasakan kedamaian di daratan hijau yang luas, dan mendapatkan kesejukan dari lautan biru yang dalam

mulai dari mendaki Gunung Gede Pangrango, ingin kupetik bunga edelweiss yang tumbuh di sana
menunggang kuda di daerah Sumba, daerah yang terkenal dengan padang rumputnya
berlari kecil dari Shafa sampai Marwa, yang ini wajib kalau mampu
bersenda gurau di tepi Sungai Eufrat, sungai yang ikut tertulis dalam sejarah kehidupan manusia

melelahkan kaki di Tembok Besar China, tembok yang mempunyai panjang sekitar 6400 km
membandingkan ukuran tubuh dengan Taj Mahal, bangunan megah di India
berdiri di atas pasir sambil menyentuh bongkahan-bongkahan batu tersusun di Mesir
mendongakkan kepala melihat ujung Menara Eiffel yang menyilaukan di malam hari

mengamati jejak-jejak peninggalan kaum pagan di Yunani
mendekati bangunan aneh yang diperkirakan dibangun pada Zaman Neolitikum, Stonehenge
berziarah ke Yerusalem, kota tempat 3 agama samawi berkumpul
memasuki tempat peribadatan yang berganti dari gereja menjadi masjid di Turki yaitu Hagia Sophia

menatap pelangi yang terbentuk di atas air terjun Niagara, perbatasan antara Amerika Serikat dan Kanada
berpindah dari pulau kecil ke pulau kecil lainnya di daerah Oseania
terperangkap di rawa-rawa Amazon, yang ini sebenarnya ada perasaan takut
sampai memejamkan mata di dalam iglo sambil mengenakan pakaian setebal mungkin

dan masi banyak lagi tempat menarik yang aku sendiri mungkin belum mengetahuinya

tapi sekarang…
itu semua hanya impian dan aku sangat hebat dalam bermimpi, ya..hanya bermimpi
kehidupan yang berkutat pada keadaan sekitar tak ada habisnya dan tak pernah berbeda dari hari ke hari
memang kehidupan yang membosankan

(sudah 2 minggu ini aku merasakan hembusan angin saat memandang kabut pagi yang enggan hilang dari atas persawahan yang luas, persawahan yang tak kelihatan ujungnya sampai di horizon sana, persawahan yang menjadi Kota Pangkal Perjuangan)

Comments»

1. joni - January 28, 2012

JIEMBUT….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.